Kuytanda.com | BOLMONG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Bolmong yang digelar di Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan II Kecamatan Lolayan, Kamis (10/10/2024)
Dalam debat tersebut diikuti oleh tiga paslon yang masing-masing nomor urut 1, Sukron Mamonto – Refly Ombuh, nomor urut 2 Yusra Alhabsyi – Dony Lumenta, dan nomor urut 3 Limi Mokodompit – Welty Komaling, dan terlihat pasangan nomor urut 1 Sangat memukau saat memaparkan visi dan misi dihadapan publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya, Sukron Mamonto yang juga dikenal sebagai Mantan Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten bolmong itu menjelaskan dengan sangat terperinci visi dan misi mulai dari Kesejahteraan, Religi sampai dengan kemandirian Mandiri bolmong kedepanya.
“Kami bertekat membangun Bolmong lebih Sejahterah karena yang perluh itu kestabilan harga, mulai dari penjual dan yang membeli itu sama-sama diuntungkan, artinya semua kalangan masyarakat diberikan kebebasan dalam berusaha dan itu kami pastikan bisa terwujud kedapan” jelas Sukron
Sukron juga menjelaskan pentingnya insvestor yang bukan hanya menguntungkan pihak investor tapi juga bisa mendatangkan tenaga kerja untuk masyarakat bolmong
“Yang pertama adalah menghadirkan investasi yang didalamnya harus mampu mengadakan tenaga kerja dari dalam agar ada perputaran ekonomi dari daerah itu sendiri, tentu itu yang menjadi tujuan kami” tambahnya saat sesi pertanyaan antar paslon
Terpantau Sukron – Refly menjawab seluruh pertanyaan dari dua pasangan calon bupati dengan sangat lugas dan tegas sehingga membuat para pendukung bersorak tak henti – hentinya.
Diakhir debat Sukron menyapaikan apa saja yang akan dilakukan ketika menjadi bupati bolmong 2024 – 2025 nantinya
“Bahwa hari ini yang dibutuhkan adalah sebuah perlindungan dan kesejahteraan dalam hidup masyarakat yang sangat aman dan nyaman serta kondusif, tentu masyarakat mambutuhkan pemimpin yang mampu melindungi dan mengayomi mereka, tentu perlindungan itu tidak hanya sebagai kata dan cerita tapi dapat membuat program – program yang meningkatkan perekonomian masyarakat bolmong” pungkasnya***(Pri)









