Kuytanda.com | BONE BOLANGO – Pemerintah disetiap Provinsi dan kabupaten/kota saat ini sedang melakukan seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) termasuk dikabupaten Bone Bolango, bagi tenaga honorer yang sudah mengabdi lama diinstansi pemerintah, namun berbeda dengan nasib yang dialami Irianto Kadir Pegawai Honorer yang sudah mengabdi lama sejak tahun 2010/2022.
Kepada Redaksi Kuytandanews Irianto menjelaskan nasibnya kini yang tidak lagi honorer diinstansi pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sudah lama mengabdi sebagai tenaga honorer di RSUD Toto Kabila sejak tahun 2010/2022 bagian administrasi dan gizi.
sebenarnya saya masi suka bekerja,namun ketika diawal tahun 2023, saya tidak lagi direkrut sebagai tenaga honorer dengan alasan dan pertimbangan yang tidak jelas yakni sudah tua, tidak divaksin dll, padahal ada yang lebih tua dari saya tapi bisa direkrut,” bebernya
Lanjutnya lagi bahwa dirinya sebelum diangkat menjadi honorer tahun 2010, pernah juga bekerja dipuskes suwawa sejak tahun 2007/2008, serta dirudis wakil bupati.
“Saya juga bekerja dipuskes sejak dari 2007/2008 sebagai Penjaga Kantor Dan Petugas Kebersihan, serta bekerja di rumah dinas wakil bupati dizaman bapak Kilat Wartabone,” bebernya
Dirinyapun berharap agar kiranya dapat diterima lagi sebagai tenaga honorer diinstansi pemerintah daerah pemkab bone bolango sebab dirinya sudah yatim piatu.
“saya hanya bisa berharap kepada Bapak Presiden dan Gubernur serta Bupati Bone Bolango agar kiranya saya dapat bekerja lagi sebagai karyawan honorer karena saya seorang anak yatim piatu,”pintanya
Diketahui Irianto Kadir merupakan anak dari Bapak Hamzah kadir (Alm) asli gorontalo dan ibunya Yohana Maria Manus Mualaf “Kartini Manus” (Almrh) yang dulunya tinggal diminahasa (Langoan) sekampung dengan Ibunda Bapak Presiden Prabowo Subianto.***









