Palu- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) gelar Deklarasi Apel Siaga Pengawasan Pemilu 2024, Kurang Lebih 1000 orang peserta dari jajaran Bawaslu ,Panwaslu kecamatan dan sebagian pengawas kelurahan desa (PKD) di seluruh Kabupaten dan kota se Sulteng hadir untuk mengikuti Apel siaga yang di laksanakan di lapangan Pogombo kantor Gubernur di Kota Palu pada minggu 19 /11/2023

Ada 4 poin Deklarasi yang menjadi komitmen bawaslu sulteng untuk melakukan Pengawasan Pemilu 2024 yakni menjaga keutuhan negara kesatuan Republik indonesia yang berdasarkan pancasila dan undang Undang dasar tahun 1945, mewujudkan pemilu tahun 2024 yang langsung, umum bebas rahasia jujur dan adil, tunduk dan patuh pada peraturan perundang undangan yang berlaku di Nagara kesatuan Republik Indonesia, menolak segala bentuk penyebaran hoaks, kampanye hitam, ujaran kebencian, politik uang dan politisasi sara.
Kegiatan di hadiri Pimpinan Bawaslu Sulteng sekretariat Provinsi Serta Bawaslu Dari semua Kabupaten dan Kota, Perwakilan Partai Politik, KPU kota palu dan Provinsi serta jajaran pemprov, Pemkot, dan forkopimda kota palu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya Katua Bawaslu provinsi Sulawesi Tengah, Nasrun mengatakan Pengawasan secara melekat pada tahapan yang di depan mata ada tiga tahapan yang senang saling beririsan yakni tahapan kampanye di mohon dilakukan seluruh pengawasan sebab itu adalah bagian dari tugas fungsi badan pengawas Pemilu harus melakukan pengawasan kampanye yang baru akan dimulai pada tanggal 28 November dan akan berakhir pada 10 Februari 2024 berikutnya adalah tahapan pendistribusian logistik pemilu serta memastikan bahwa Daftar pemilih tambahan (DPTb) sebelum H-7 menjelang votyng day sudah tersedia semua di jajaran KPU hingga PPS yang ada di desa sehingga pada saat pemungutan suara di TPS DPTb sudah tersedia datanya,
Selanjutnya ketua Bawaslu Sulteng Nasrun berharap dalam melakukan pengawasannya harus mengutamakan langkah-langkah pencegahan dan terakhir penindakan dengan tetap berkoordinasi baik dengan stekholder serta pemerintah daerah, pemantau pemilu dan Njo maupun peserta Pemilu. “saya tegaskan jangan perna pilih kasih dalam pengawasan seluruh peserta pemilu di perlakukan sama dalam pengawasan tidak bole ada perbedaan.”demikian Ketua Bawaslu Sulteng Nasrun (R25).









