Buol-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) gelar Kegiatan Bimbingan Teknis (bintek) dan Pelatihan Dasar Guru PAUD dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Buol serta pengukuhan Bunda PAUD, dilaksanakan di Hotel Surya Wisata, Kamis, (24/8).
Kegiatan ini dihadiri oleh Guru PAUD se Kabupaten Buol dan hal ini menjadi langkah konkrit dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Panitia pelaksana dalam laporannya mengatakan tujuan utama dari Bimtek ini untuk meningkatkan pengetahuan para guru PAUD, serta memperkuat kesatuan PAUD dalam pendekatan holistik dan integratif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber berkompeten diantaranya, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Abdullah Lamase, M.Pd.I, Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, Zubaidah Rasyid, serta dokter anak, dr. Yuke Mieke Maria Magdalena Nelwan, Sp.A dan turut dihadiri Kepala Bidang Ketenagaan Dikbud Buol Bakir Hi A Majo, S.Pd.
Metode pelatihan yang diadopsi dalam acara ini adalah metode pendampingan.
Para peserta dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing didampingi oleh fasilitator. Hal ini memberikan kesempatan bagi para guru PAUD untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
Setelah resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD oleh Bupati Buol, Ny. Nurhayati Muchlis memberikan sambutan dari Bunda PAUD Kabupaten Buol.
Dalam sambutannya Ia menekankan pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai pondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan.
Ia menyampaikan bahwa pembelajaran pada anak usia dini seharusnya dilakukan melalui konsep bermain sambil belajar dan simulasi pendidikan. Dalam pandangannya, pendidikan anak usia dini bukan hanya mengajarkan nilai-nilai akademis, tetapi juga mengembangkan karakter yang kuat dan etika yang baik.
Ny. Nurhayati Muchlis juga mengingatkan tentang tujuan PAUD yang mencakup pengembangan pengetahuan dan pemahaman orang tua, guru, dan pihak terkait dalam pendidikan anak usia dini. Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya mengajarkan nilai-nilai seperti kepercayaan, keadilan, tanggung jawab, peduli, dan saling menghargai. Pembelajaran ini harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan melibatkan media bermain, sehingga anak-anak dapat merasa senang dalam proses belajar.
Sementara itu, Pj Bupati Buol, Drs. M. Muchlis, MM, dalam sambutannya menekankan terkait stunting di Kabupaten Buol.
Pj Bupati juga mengapresiasi gerakan PKK yang memanfaatan pekarangan sebagai upaya meningkatkan gizi dan mencegah stunting. Bupati juga menegaskan bahwa stunting bukanlah tanggung jawab individu semata, melainkan tugas bersama untuk memastikan kesehatan generasi masa depan.
Dalam konteks ini, Bupati mengatakan bahwa intervensi pada bayi usia 0 bulan hingga 2 tahun sangat penting untuk mencegah stunting. Dengan kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, diharapkan masalah stunting dapat diatasi secara bersama-sama. (Diskominfo) R25.









