Buol – Menjelang bulan Ramadhan 1444 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Buol, Sulteng bekerjasama dengan Diskumperindag Buol, Bulog dan perbankan melaksanakan kegiatan pasar murah disejumlah wilayah.
Kegiatan pasar murah ini bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga barang sehingga terjangkau oleh masyarakat di Kabupaten Buol.
Adapun komoditi yang tersedia pada pasar murah tahun ini diantaranya, Beras premium, Gula pasir, tepung dan minyak goreng kemasan. Namun, untuk tahap awal diutamakan komoditi Beras Premium, sedangkan untuk komoditi lainnya akan segera menyusul dan menyesuaikan ketersediaan stok dan fluktuasi harga dipasaran,
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasar murah tersebut, meliputi dilaksanakan di empat titik diantaranya untuk kecamatan Karamat bertempat di Kantor Dinas Sosial Buol, Rabu (15/3/2023). Untuk titik selanjutnya di kecamatan Momunu, Kamis (15/3/2023) dengan ketersediaan komoditi beras sebanyak 4 ton. Titik selanjutnya di kecamatan Momunu Kamis (16/3/2023) ketersediaan beras 3 ton, di kecamatan Bukal dilaksanakan Sabtu (18/3/2023) ketersediaan beras 3 ton dan terakhir di Pasar Kampung Bugis Minggu, (19/3/2023) dengan ketersedian beras sebanyak 5 ton.
Kegiatan operasi pasar murah yang telah dilaksanakan dan menyusul di sejumlah tempat di Kabupaten Buol itu, selain untuk menghadapi bulan Ramadhan 1444 hijriah, juga menjadi salah satu upaya dalam mengantisifaasi dampak inflasi daerah.
Sekda Buol Drs. Moh Suprizal Jusuf, MM mengatakan, untuk kegiatan pasar murah itu, untuk membantu masyarakat Kabupaten Buol, dalam mendapatkan kebutuhan pokok yang lebih terjangkau.
“Apalagi melihat kondisi saat ini, pemerintah sedang gencar-gencarnya mengantisifasi dampak inflasi daerah sehingga dengan adanya pasar murah ini, masyarakat bisa terbantu. Termasuk juga menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi,” kata Suprizal Jusuf, Kamis (16/3/2023) saat dihubungi.
Sekda Suprizal juga menyebutkan, beberapa jenis kebutuhan bahan pokok yang dijual kepada masyarakat itu, harganya lebih terjangkau bila dibandingkan dengan harga di pasaran. sedangkan setiap warga mendapat jatah 10 kilogram beras premium.
“Sistem penjualanya, setiap warga diberikan kupon yang nantinya ditukarkan dengan paket sembako.” jelasnya.
Adapun paket sembako murah yang dijual kepada masyarakat perkuponnya terdiri dari beras premium dan paket komoditi lainnya.
Secara keseluruhan, jumlah paket sembako yang dialokasikan khusus beras premium untuk beberapa titik sebanyak 20 ton.
“ untuk pasar murah ini kita lakukan berdasarkan hasil rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang kemudian ditetapkan sebagai langkah kongrit pengendalian inflasi daerah, kita libatkan Perum Bulo, Disperindag dan pihak perbankan,” papar Suprizal.
Bahwa dengan kegiatan Pasar Murah dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya di saat harga barang atau kebutuhan masyarakat naik akibat adanya inflasi.
Ia pun berharap agar TIPD dapat terus melakukan pemantauan harga dan stok kebutuhan masyarakat dan segera mengantisipasinya.
“ apalagi kita akan menghadapi bulan Ramadhan, tentu ketersediaan bahan pokok masyarakat dan harga harus dapat dipenuhi dan dikendalikan,” Tandasnya. (Syaiful)









