kuytanda.com | NASIONAL – Dalam peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan penting kepada insan pers. Beliau mengingatkan agar insan pers selalu waspada terhadap isu-isu yang dapat menggiring perpecahan di masyarakat.
“Walaupun kita menjunjung tinggi kebebasan pers, kita harus waspada terhadap penyebaran berita-berita yang tidak benar, berita-berita hoaks, penyebaran kebencian, penyebaran ketidakpercayaan terhadap sesama warga negara, upaya-upaya pecah belah, ini harus selalu kita waspadai,” kata Presiden dalam kanal youtube sekertariat presiden yang di unggah (9/2/2024)
Presiden Prabowo menyoroti adanya upaya-upaya untuk mengendalikan pemikiran dan mempengaruhi opini rakyat dengan menggunakan modal yang besar. Beliau menegaskan bahwa di dunia ini, seringkali pihak-pihak dengan modal besar berupaya menguasai media dan memanfaatkannya untuk memengaruhi pandangan masyarakat dalam berbagai negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harus waspada terhadap usaha-usaha untuk mengendalikan pemikiran dan mempengaruhi jalannya opini-opini rakyat dengan menggunakan modal yang besar. Ada kecenderungan di dunia ini mereka-mereka yang punya modal besar menguasai media dan ingin mempengaruhi masyarakat negara-negara tertentu,” katanya.
Di tengah tantangan kompleks yang dihadapi oleh insan pers saat ini, Prabowo Subianto juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap peran vital yang dimainkan oleh insan pers sebagai pilar utama dalam kehidupan demokrasi. Beliau menekankan betapa pentingnya keberadaan insan pers dalam menjaga kebebasan berpendapat dan mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Pers Indonesia harus jadi pers yang Pancasila, pers yang terlibat dalam pembangunan bangsa, yang komit terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Apresiasi yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto ini menjadi pengingat bagi seluruh insan pers akan tanggung jawab moral dan etika profesi dalam menyampaikan informasi secara objektif dan bertanggung jawab. Tantangan yang semakin kompleks dalam dunia jurnalistik menuntut insan pers untuk tetap menjunjung tinggi prinsip kebenaran dan integritas dalam setiap liputannya.
Dengan adanya peringatan dan apresiasi ini, diharapkan insan pers dapat terus berkembang dan memperkuat peran mereka sebagai penjaga kebenaran dan kebebasan informasi dalam menjaga demokrasi yang sehat dan berkeadilan. Kesadaran akan pentingnya menjaga independensi dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas jurnalistik menjadi landasan kuat bagi setiap insan pers dalam menghadapi dinamika yang terus berkembang di era digital ini.
Presiden Prabowo Subianto pun mengajak seluruh pihak, termasuk insan pers, untuk bersatu dan bekerja sama dalam membangun masyarakat yang inklusif, toleran, dan berkeadilan. Semangat untuk terus menyuarakan kebenaran dan mengedepankan kepentingan masyarakat menjadi landasan utama bagi setiap langkah yang diambil oleh insan pers dalam menjalankan tugas mulianya.(fardi)









