Sudah Pulang, WNI Mantan Penipu Cinta di Kamboja Tak Mau Lagi Kerja di LN

Sabtu, 5 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Dipublika.Id – Kloter ke-2 dari 11 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat dipaksa bekerja sebagai penipu cinta (love scammer) sudah sampai di Indonesia. Dengan demikian, mereka semua sudah pulang ke Tanah Air.
Kloter ke-2 kepulangan WNI yang kena tipu perekrut tenaga kerja itu berangkat dari Phnom Penh, Kamboja, pada Jumat (4/8/2023) malam. Dua di antara mereka mendarat di Bandara Internasioanl Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Sabtu (5/8/2023) dini hari tadi, sekitar pukul 03.30 WIB.

Dari Kamboja ke Indonesia, Steven dan kawan-kawan terbang langsung tanpa transit ke Jakarta. Kini Steven sudah berkumpul bersama istri dan dua anaknya di rumah, kawasan Tangerang Selatan.

Steven menyelipkan sedikit harapan bagi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, “Untuk pihak KBRI, tolong cara kerjanya dimaksimalkan lagi. Kasihan warga negara Indonesia yang ada di sana yang membutuhkan pertolongan mereka.” Dia mengingat masa-masa tidak nyaman di tahanan imigrasi Kamboja, saat dia dan para WNI membutuhkan bantuan KBRI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun masa-masa menunggu kepulangan itu sudah berlalu. Para WNI itu sudah kembali di Indonesia. Steven berniat untuk mendapatkan kerja lagi agar dapat menafkahi keluarganya, namun dia tidak ingin bekerja di luar negeri lagi.

“Di dalam negeri aja,” kata dia.

11 WNI itu kena tipu oleh perekrut tenaga kerja di Indonesia sekitar Maret lalu. Mereka dijanjikan bekerja sebagai pegawai call center dengan gaji tinggi, tapi ternyata malah dipekerjakan menjadi penipu daring atau online love scammer (penipu cinta).

Mereka sempat membuat video berisi permohonan kepada Presiden Jokowi di RI agar membebaskan mereka dari pekerjaan scamming online ini. Pada 7 Juni, polisi Kamboja bergerak ke lokasi kerja mereka di Mocbai Bavet untuk menjemput mereka. 11 WNI itu kemudian tinggal di kantor polisi.

14 Juni, mereka dibawa ke kantor imigrasi di Phnom Penh. Sampai sekarang, mereka masih berada di rumah detensi imigrasi tersebut. 11 WNI itu merasa waktu penahanan mereka terlalu lama sedangkan keluarga mereka di Indonesia butuh diberi nafkah. Kini, mereka sudah pulang ke Indonesia.(dnu/dnu)

Berita Terkait

Hadiri Rakornas Presiden Prabowo : seluruh pemimpin wajib mengabdi sepenuhnya kepada kepentingan bangsa dan negara
Menkeu Purbaya Rubah Sistem Pensiun PNS 
BNN Berhasil Amankan 2 WNA dalam kasus Narkoba modus vape (rokok elektrik) 
Deretan Calon DA 8: Habib HDW, Rendi, Arnila, Tazir Salim, dan Umaerah Rizqi Jadi Perhatian Publik
Pisah Sambut Tahun Baru 2026, Presiden Prabowo Hibur Warga Korban Bencana Sumut
Presiden Prabowo Tinjau Langsung Pembangunan Jembatan Dan Penyaluran Bantuan Korban Bencana
Polri Kembali Saluran 2,1 Ton Bantuan Logistik Ke Aceh Tengah
Para Siswa Dan Warga Murung Raya Peduli Aceh,Sumba Dan Sumut

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 16:47

Menkeu Purbaya Rubah Sistem Pensiun PNS 

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:55

BNN Berhasil Amankan 2 WNA dalam kasus Narkoba modus vape (rokok elektrik) 

Senin, 19 Januari 2026 - 23:00

Deretan Calon DA 8: Habib HDW, Rendi, Arnila, Tazir Salim, dan Umaerah Rizqi Jadi Perhatian Publik

Kamis, 1 Januari 2026 - 13:17

Pisah Sambut Tahun Baru 2026, Presiden Prabowo Hibur Warga Korban Bencana Sumut

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:59

Presiden Prabowo Tinjau Langsung Pembangunan Jembatan Dan Penyaluran Bantuan Korban Bencana

Berita Terbaru

Internasional

Iran dan AS sepakat lakukan perundingan Nuklir di Oman

Sabtu, 7 Feb 2026 - 10:37